Sabtu, 22 Desember 2018

      5 Cara Belajar Efektif menurut Psikologi

Nama: Agusti hadijah

Nim: 181301065 


Setiap manusia memiliki kewajiban untuk belajar. Sejak kita dilahirkan, kita telah dihadapkan dengan kewajiban untuk belajar, sejak belajar untuk makan, berjalan, hingga kita besar kita belajar di sekolah dan juga dari lingkungan sekitar. Belajar memang memiliki arti yang sangat luas, namun kata ‘belajar’ sering diidentikkan dengan kewajiban seorang anak sekolah atau mahasiswa sebagai pelajar di sekolah formal.

Sayangnya, meskipun belajar sebenarnya telah kita lakukan sehari-hari, banyak orang yang masih berasumsi bahwa belajar merupakan hal yang tidak menyenangkan. Mereka kebanyakan menganggap belajar sebagai hal yang tidak menyenangkan. Padahal, anggapan ini justru akan membuat kegiatan belajar menjadi tidak menyenangkan dan kurang efektif. Oleh karena itu, di artikel kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara belajar efektif menurut psikologi.
  1. Rasakan kebutuhan untuk belajar
Rasa kebutuhan untuk belajar akan membuat kita menjadi lebih bersungguh-sungguh dalam belajar. Kesungguhan ini akan membuat kita tidak hanya belajar saat sedang mood saja, melainkan juga belajar di setiap waktu tanpa merasa berat. Dengan demikian, ilmu yang kita pelajari pun akan menjadi lebih mudah meresap ke ingatan kita. (Baca juga: Teori Psikologis Tentang Gangguan Mood Pada Manusia)
  1. Belajar dimanapun yang kita suka
Memilih tempat belajar yang disukai tentu akan membuat kita senang dan merasa nyaman untuk belajar. Dengan memilih tempat yang nyaman, kita turut membantu menata mood kita menjadi lebih baik sehingga belajar pun menjadi lebih menyenangkan dan efektif.
  1. Cicil pelajaran sedikit demi sedikit
Jangan belajar terlalu banyak pelajaran dalam satu waktu. Sebaiknya, Anda mencicil pelajaran sedikit demi sedikit. Maka dari itu, ada baiknya jika kita belajar setiap hari, misalnya dengan mengulang kembali pelajaran yang kita terima di hari tersebut. Cara ini tentu lebih efektif dibandingkan kita mempelajari semua pelajaran dalam waktu yang singkat, biasanya saat menjelang akan ujian sekolah. Belajar dengan ‘sistem kebut semalam’ hanya akan menimbulkan tekanan secara psikologis sehingga ilmu pun akan sulit kita serap dengan baik. (Baca juga: Cara Kerja Psikologi Pendidikan)
  1. Bagi waktu belajar
Ada baiknya Anda membuat jadwal belajar dan target untuk menentukan kapan Anda harus bisa menguasai pelajaran tersebut. Dengan membuat jadwal dan membagi waktu belajar, kegiatan belajar Anda akan menjadi lebih terstruktur dan rapi serta sesuai dengan ekspektasi Anda di awal.
  1. Berdiskusi
Setiap orang memang memiliki style belajar sendiri. Ada orang yang menyukai belajar sendiri di tempat sepi, namun ada juga orang yang lebih menyukai belajar berkelompok dan beramai-ramai. Jika Anda masih belum mengetahui style belajar Anda, tidak ada salahnya Anda mencoba untuk berdiskusi dengan teman untuk bertukar pikiran dan materi pelajaran. Jika Anda merasa nyaman dan lebih mudah memahami materi, maka berdiskusi dengan teman bisa menjadi cara belajar efektif untuk Anda.
Masih banyak juga tips untuk belajar yang baik, bisa teman-teman baca di link mana aja,
SELAMAT MEMBACA!!!

    Ada 10 Cara Berteman Baik Menurut Psikologi 

Nama: Agusti Hadijah 

Nim: 181301065

1. Tiru lawan bicara

Ternyata Ada Trik Psikologis yang Bisa Kamu Coba untuk Menambah Teman
Foto: greatist.com
Cara mudah untuk mendapatkan teman yang pertama dalah dengan strategimirroring atau meniru lawan bicara. Ketika berbicara dengan seseorang, cobalah untuk meniru body language, gesture, sampai dengan ekpresi wajah.  
Di tahun 1999, seorang perneliti dari Universitas New York mendokumentasikan ‘chameleon effect’ yang terjadi saat orang-orang tanpa sadar meniru perilaku masing-masing. Peneliti mengambil sampel 72 pria dan wanita yang bekerjasama mengerjakan tugas. Di akhir interaksi, para peneliti mendapatkan hasil para peserta cenderung menyukai pasangan ketika meniru perilaku mereka. Tentunya dengan taraf yang wajar ya, Ladies.

2. Luangkan waktu lebih banyak dengannya

Psikolog dari University of Pittsburgh melakukan penelitian dengan kesimpulan jika seseorang akan lebih mudah mengingat orang lain yang sering dilihat walapun mereka tidak pernah saling berinteraksi sama lain. Dan dengan kata lain orang-orang ini akan cenderung menyukai orang lain yang akrab dengan mereka.

3. Jangan segan puji orang lain

Ternyata Ada Trik Psikologis yang Bisa Kamu Coba untuk Menambah Teman
Foto: bellabeat.com
Menurut penulis buku The Happiness Project, Gretchen Rubin, apapun yang kamu katakana tentang orang lain memengaruhi bagaimana orang melihat dirimu. Jika kamu menggambarkan orang lain baik, orang juga akan menghubungkan kamu dengan kualitas itu. Oleh sebab itu Ladies, supaya kamu memiliki banyak teman, jangan segan memuji jika memang harus dipuji. Misalnya kamu memang menyukai penampilannya hari itu. Jangan segan untuk mengutarakannya. Tapi jangan sampai berlebihan, nanti dikira penjilat lho.

4. Hangat dan kompeten

Psikolog dari Princeton University menyebutkan jika orang-orang seringkali menilai orang lain dari kehangatan dan kompetensi mereka. Jika kamu bersikap hangat makan akan ditafsirkan jika kamu adalah orang yang ramah dan mereka akan mudah menjalin pertemanan denganmu. Jika kompeten, itu akan menjadi hal yang membuat orang-orang menghormati kamu tanpa perlu merasa sungkan berlebihan.

5. Sikap positif

Ternyata Ada Trik Psikologis yang Bisa Kamu Coba untuk Menambah Teman
Foto: snacknation.com
Sifat positif ini sangat baik untuk diterapkan karena tak bisa dipungkiri jika orang-orang akan cenderung menggambarkan sikap dan kepribadianmu sebagaimana sikapmu dalam berhubungan dengan orang lain. Jika bersikap positif yakni jujur, ramah, easy going dan lain sebagainya, maka orang-orang akan dengan senang hati berkawan bahkan bersahabat denganmu.

6. Memiliki kesaman pemikiran dan juga hobi

Ladies pernahkah kamu bertemu dengan seseorang mungkin di taman atau di lokasi lainnya kemudian terlibat pembicaraan yang intens karena membahas topik yang disukai? Nah, inilah yang juga bisa membuat seseorang mudah berteman dengan kamu. Memiliki pemikiran atau gagasan yang sama, sehingga nantinya di kemudian hari jika ngobrol itu akan nyambung.

7. Lakukan Skinship secara Lembut

Ternyata Ada Trik Psikologis yang Bisa Kamu Coba untuk Menambah Teman
Foto: media.buzzle.com
Sentuhan lembut, baik itu di pergelangan tangan ataupun juga lengan juga perlu sesekali kamu lakukan. Memang itu ringan namun ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar bagi kamu yang akan menjalin pertemanan. Orang-orang akan merasa lebih dekat saat melakukan skinship, tapi pastikan dulu itu tidak masalah dilakukan, ya.

8. Tebar senyuman

Sebuah studi dari University Wyoming menghasilkan senyuman akan membuat orang mudah berbaur dengan kamu. Bahkan, studi lainnya menyebutkan ketika kamu tersenyum saat bertemu orang pertama kali, itu akan membuat mereka lebih mudah mengingatmu. Tersenyum juga akan membuat kamu terlihat ramah dan terbuka dengan hal-hal baru. Maka dari itu Ladies, jangan malas untuk selalu tebar senyuman ya.

9. Tunjukkan bahwa kamu bisa pegang rahasia

Ternyata Ada Trik Psikologis yang Bisa Kamu Coba untuk Menambah Teman
Bisik-bisik tetangga. Foto: theatlantic.com
Siapa sih yang nggak mau memiliki teman atau sahabat yang bisa jaga rahasia dengan baik? Nah, ini merupakan salah satu trik yang bisa kamu lakukan. Jika seseorang sudah percaya denganmu, menjalin hubungan pertemanan atau  hubungan yang lebih dalam akan jauh lebih mudah.

10. Memiliki selera humor yang baik

Sebuah penelitian dari Illinois State University dan California State University menyebutkan jika, saat orang-orang memikirkan pasangan atau teman ideal, selera humor juga merupakan salah satu hal yang tak bisa diabaikan. Lebih jauh lagi dengan humor orang akan lebih menghargai dan senang dengan kamu.
Bagaimana Ladies, apakah kamu sudah siap buat menambah teman hari ini?
Sumber: Science Alert, Foto cover: psychologies.co.uk

Senin, 17 Desember 2018

Pengertian Psikologi, Apa Saja yang Dipelajari, dan Manfaatnya

 Hasil gambar untuk apa itu psikologi?

Pengertian Psikologi

Psikologi sendiri berasal dari bahasa latin, yaitu “psyche” dan “logos”. Psyche berarti jiwa, sedangkan logos berarti pengetahuan. Berarti pengertian psikologi secara adalah ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan.
Adapun Pengertian Psikologi lainnya adalah lebih banyak mempelajari tentang perilaku manusia.

Pengertian Psikologi  Menurut Para Psikolog

Berikut pengertian Psikologi menurut Para Psikolog Ahli Psikologi:
  1. Pengertian Psikologi oleh Plato dan Aristoteles

    Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
  2. Wilhem Wundt

    Psikologi adalah ilmu yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul pada diri manusia. Seperti perasaan panca indra, pikiran, feeling, dan kehendak.
  3. Woodworth dan Marquis

    Psikologi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas individu sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia. Aktivitas yang ada dalam hubungannya dengan alam sekitar.
  4. Knight and Knight

    Psikologi adalah ilmu yang  mempelajari secara sistematis tentang pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu atau social.
  5. Dr. Singgih Dirgagunarsa

    Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
  6. John Broadus Watson

    Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku tampak (lahiriah). Dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban (respon).
  7. Hilgert

    Psikologi adalah  mempelajari tingkah laku manusia dan hewan lainnya.
  8. Clifford T Morgan

    Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.
  9. Garden Murphy

    Psikologi adalah Ilmu yang mempelajari respon yang diberikan oleh mahluk hidup terhadap lingkungannya.
  10. George Berkeley

    Psikologi adalah ilmu tentang penginderaan (persepsi).
  11. Ruch

    Psikologi kadang-kadang didefinisikan sebagai studi tentang manusia. Namun definisi ini terlalu umum. Yang benar adalah bahwa psikologi adalah sebagian ilmu biologi dan sebagian merupakan ilmu sosial. Saling tumpang tindih dengan dua bidang utama dan menghubungkan keduanya.
  12. Mussen dan Rosenzwieg

    Pada masa lampau psikologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang  “mind” (pikiran) atau the study of mind. Tapi dalam perkembangannya, kata mind berubah menjadi “behavior” (tingkah laku). Sehingga psikologi  didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia.
  13. Munn dan Fernald

    Psikologi didefinisikan sebagai ilmu perilaku manusia. Penyelidikannya tidak terbatas pada manusia dan terkadang melampaui perilaku yang dapat diamati.
  14. Moskowitz dan Orgel

    Psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan empirik yang berdasarkan atas observasi dan penelitian eksperimental. Pokok persoalannya adalah tentang tingkah laku manusia.
  15. Rene Descartes

    Ilmu pengetahuan mengenai gejala pemikiran atau gejala kesadaran manusia, terlepas dari badannya.
  16. Jhon Locke

    Psikologi adalah semua pengetahuan, tanggapan, dan perasaan jiwa manusia. Diperoleh karena pengalaman melalui alat-alat indranya.
  17. Richard Mayer

    Psikologi merupakan analisis mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.
  18. Crow & Crow

    Psikologi ialah tingkah laku manusia. Yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. Baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia. Seperti hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya.
  19. Bruno

    Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu:
    • Psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “roh”.
    • Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”.
    • Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.

Apa Saja yang Dipelajari Di dalam Ilmu Pengertian Psikologi?

Jawabannya adalah sangat banyak dan juga luas.
Apabila kita melihat dari pandangan ilmu psikologi sebagai ilmu yang mempelajari perilaku. Semua perilaku yang ditunjukkan oleh manusia adalah ruang lingkup yang bisa dipelajari. Serta dapat dijelaskan oleh ilmu psikologi.
Misalnya saja, mengapa seseorang menjadi mudah marah, atau mengapa ada orang yang senang berbohong dan berbuat jahat. Kedua hal tersebut bisa dijelaskan menggunakan ilmu psikologi.
Jadi, apabila anda ingin mempelajari mengapa seseorang bisa menunjukkan perilaku tertentu. Maka psikologi adalah salah satu ilmu yang tepat untuk menjelaskannya.
Selain mempelajari tentang perilaku manusia, psikologi juga mempelajari segala hal yang berhubungan dengan manusia.
Pada dasarnya, segala macam kegiatan atau aktivitas yang melibatkan manusia di dalamnya adalah ruang lingkup dari ilmu psikologi. Karena itulah hingga saat ini muncul berbagai disiplin ilmu terapan dari psikologi. Seperti misalnya :
  • Psikologi forensik
  • Psikologi kriminal
  • Psikologi sosial
  • Psikologi agama/spiritual
  • Parapsikologi
  • Dan lain sebagainya.

Manfaat Mempelajari Pengertian Psikologi

Secara umum ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan mempelajari ilmu psikologi.
Berikut ini adalah beberapa manfaat mempelajari perilaku psikologi:
  1. Memahami penyebab dari perilaku yang muncul pada diri sendiri ataupun orang lain

    Dengan mempelajari psikologi, kita bisa memahami mengapa seseorang bisa menunjukkan perilaku tertentu. Psikologi memaparkan banyak sekali teori psikologi. Teori yang menjelaskan mengapa seseorang bisa memunculkan perilaku tertentu.
  2. Pengertian Psikologi dengan Memahami diri sendiri

    Hal penting lainnya yang bisa didapat dengan mempelajari psikologi adalah memahami diri sendiri. Tentu saja hal ini bisa anda rasakan setelah anda mempelajari psikologi. Anda bisa menjadi lebih paham mengenai kepribadian anda dan watak anda. Mungkin juga  memahami masalah psikologis apa yang kira-kira muncul pada diri anda.
  3. Dapat membantu orang lain

    Dengan mempelajari psikologi, meskipun tidak menjadi seorang psikolog pun anda tetap bisa membantu orang lain. Minimal ketika anda mengetahui sedikit teori-teori psikologi. Kita bisa melihat permasalahan orang lain dari sudut pandang yang berbeda. Hal itu akan membantu mereka menghadapi masalah tersebut.